Selasa, 23 Oktober 2012

Injil Berusia 1500 Tahun Mengungkap Kedatangan Nabi Muhammad SAW

Departemen Kebudayaan Turki menemukan naskah langka dari Kitab Injil yang ditulis dalam bahasa Aramia. Salinan langka ini berumur lebih dari 1500 tahun. Di dalamnya di katakan bahwa Isa al-Masih (Yesus) menyatakan akan munculnya Nabi Muhammad SAW setelah beliau.

MENTERI Kebudayaan dan Pariwisata Turki Ertugul Gunay mengatakan nilai kitab tersebut diperkirakan mencapai 22 juta dolar. Harga selangit itu karena di dalamnya berisi pernyataan Isa al-Masih tentang akan munculnya Nabi Muhammad. “Akan tetapi gereja Kristen sengaja menyembunyikannya selama bertahun-tahun, karena kesamaannya yang begitu jelas dengan apa yang ada dalam al-Qur’an, khusus tentang hal itu,” katanya seperti dilansir itoday.

Sementara surat kabar Inggris “Daily Mail” menulis, peristiwa ini menggelisahkan Vatikan, karena Paus Benediktus XVI dituntut untuk melihat kitab yang masih dalam bayang-bayang selama lebih dari 12 tahun.

Apalagi, isi naskah Injil tersebut sesuai dengan akidah Islam, yang menyakini Isa al-Masih sebagai manusia, bukan Tuhan yang disembah. Sementara Islam menolak Trinitas dan penyaliban Isa al-Masih. Dan Isa al-Masih meramalkan akan munculnya Nabi Muhammad setelah dirinya.

Dalam naskah Injil itu dikatakan Isa al-Masih (Yesus) mengatakan kepada seorang imam (pendeta) yang menanyakan siapa penggantinya. Isa berkata: “Muhammad, adalah nama orang yang diberkati itu. Dan ia dari keturunan Ismail bapak bangsa Arab.”

Gunay mengatakan, Vatikan telah secara resmi meminta untuk melihat kitab yang telah menjadi milik pemerintah Turki itu, setelah kitab itu disembunyikan pada tahun 2000 di wilayah Laut Tengah, di Turki. Ketika itu pemerintah menuduh geng penyelundupan harta peninggalan sejarah yang mencurinya melalui penggalian ilegal, dan sekarang mereka telah diadili.

Al-Qur’an mengatakan dalam surat Ash-Shaff, ayat 6: “Dan ketika Isa ibnu Maryam berkata: ‘Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad.’ Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: ‘Ini adalah sihir yang nyata’.”

Pendeta Ihsan Ozbek berkata kepada surat kabar Turki “Zaman” bahwa “Naskah Injil diperkirakan milik salah satu pengikut St Barnabas, sebab naskah Injil itu ditulis pada abad kelima atau keenam. Sementara St Barnabas hidup di abad pertama Masehi, mengingat ia sebagai salah satu dari para rasul Isa al-Masih.

Sehubungan dengan hal ini, Profesor Teologi Umar Faruq Herman menjelaskan bahwa “Pemeriksaan ilmiah akan memungkinkan kita untuk mendeteksi lebih jauh guna mengungkap usia yang sebenarnya dari naskah tersebut, dan akan menentukan apakah ia benar-benar ditulis oleh St Barnabas, atau salah satu pengikutnya,” katanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar